• Daftar
  • Masuk


Cara Membaca Nomor Bagian Bearing: Panduan Pengkodean 2026

Cara Membaca Nomor Bagian Bearing: Panduan Pengkodean 2026

Nomor komponen bearing industri adalah kode terstruktur yang terdiri dari awalan, nomor dasar untuk tipe dan ukuran lubang, serta akhiran untuk seal dan kelonggaran. Bagi mekanik bengkel dan staf pengadaan di seluruh Indonesia - dari Jakarta hingga Surabaya - memahami kode-kode ini sangat penting. Memesan bearing yang salah menyebabkan kegagalan dini, waktu henti mesin yang tidak perlu, dan biaya operasional yang lebih tinggi. Dengan menguraikan nomor komponen, Anda dapat dengan yakin mengidentifikasi ukuran dan spesifikasi pengganti yang tepat untuk peralatan Anda.

Panduan ini menguraikan sistem penomoran bearing standar ISO. Kami akan menjelaskan cara memisahkan nomor dasar dari awalan dan akhirannya, cara menghitung diameter dalam yang tepat menggunakan aturan ukuran lubang standar, dan apa arti kode akhiran umum seperti 2RS, ZZ, dan C3 untuk mesin Anda. Baik Anda merawat pabrik lokal atau mencari suku cadang untuk armada otomotif, menguasai kode-kode ini memastikan Anda selalu memilih bearing berkualitas tinggi yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Bagaimana cara membaca nomor komponen bearing dan menghitung ukuran lubang?

Untuk bearing gelinding industri standar ISO, penunjukan biasanya dibaca sebagai awalan, nomor dasar, dan akhiran[1][2]. Untuk menghitung ukuran lubang untuk bearing standar dengan kode lubang 04 atau lebih tinggi, Anda cukup mengalikan dua digit terakhir nomor dasar dengan 5 mm[3][4][5].

Struktur nomor komponen dibagi menjadi tiga bagian yang berbeda. Pertama, awalan terdiri dari huruf atau angka opsional sebelum kode inti, yang menunjukkan varian desain atau material khusus[1][6]. Kedua, nomor dasar adalah penunjukan utama yang mengidentifikasi tipe bearing, seri dimensi, dan kode lubang[3][7]. Terakhir, akhiran berisi huruf atau angka opsional setelah kode inti, yang merinci kelonggaran internal, tipe penyegelan, atau fitur pelumasan[1][2].

Untuk bantalan bola radial standar, simbol seri lebar sering dihilangkan, menghasilkan nomor dasar empat digit yang umum[3][4]. Dua digit terakhir nomor dasar ini mewakili kode lubang, yang menentukan diameter dalam. Sistem kode lubang metrik ISO mengikuti aturan khusus: 1. Kode 00: lubang 10 mm[3][5]. 2. Kode 01: lubang 12 mm[3][5]. 3. Kode 02: lubang 15 mm[3][5]. 4. Kode 03: lubang 17 mm[3][5]. 5. Kode 04 ke atas: Kalikan kode dengan 5 mm[3][4].

Misalnya, nomor dasar bearing 6204 memiliki kode lubang 04, yang berarti ukuran lubang 20 mm[8][5]. Kode 6308 menunjukkan kode lubang 08, menghasilkan diameter dalam 40 mm[9]. Memahami aturan matematika sederhana ini memungkinkan tim pengadaan dengan cepat mengidentifikasi dimensi fisik yang tepat yang diperlukan saat menjelajahi katalog bearing HI-TEC SILVER untuk pengganti berkinerja tinggi.

Apa arti akhiran bearing seperti 2RS, ZZ, dan C3?

Akhiran bearing umum menunjukkan fitur spesifik, seperti 2RS untuk seal kontak karet ganda, ZZ untuk pelindung logam ganda, dan C3 untuk kelonggaran radial internal yang lebih besar dari normal[7][10]. Kode akhiran ini menggambarkan perlindungan lingkungan bearing dan ruang bebas internal, bukan ukuran fisik dasarnya[7][10].

Saat mengganti suku cadang di lingkungan industri yang keras di seluruh Indonesia, memilih akhiran yang tepat sama pentingnya dengan ukuran lubang. Penyegelan atau pelindung menentukan seberapa baik bearing terlindung dari debu dan kelembapan, sementara peringkat kelonggaran menentukan bagaimana bearing menangani panas dan kecepatan tinggi.

Kode Akhiran Arti Karakteristik Utama
2RS Dua seal kontak karet Seal menyentuh cincin dalam, menawarkan perlindungan sangat baik terhadap kontaminasi tetapi menambah gesekan dan panas[7][11].
ZZ Dua pelindung logam Pelindung non-kontak yang melindungi dari partikel lebih besar dan menciptakan gesekan lebih sedikit daripada seal karet[7][11].
C3 Kelonggaran internal yang ditingkatkan Memberikan kelonggaran radial internal yang lebih besar dari normal, memungkinkan ekspansi termal selama operasi kecepatan tinggi[7][10].

Nomor komponen lengkap seperti 6203-2RS/C3 menceritakan kisah yang jelas. "6203" adalah penunjukan dasar bearing yang menentukan tipe dan dimensi, "2RS" mengonfirmasi kedua sisi memiliki seal kontak, dan "C3" menunjukkan kelonggaran internal lebih besar dari normal[10][12]. Kelas kelonggaran standar berkisar dari C2 (di bawah normal) hingga CN atau C0 (normal), hingga C3 (di atas normal) dan C4 atau C5 untuk kelonggaran yang semakin besar[7][10]. Mengetahui dengan tepat apa arti kode-kode ini memungkinkan Anda dengan yakin menentukan ukuran bearing industri yang tepat untuk mesin Anda. Jika Anda memerlukan bantuan memilih pengganti andal yang sempurna untuk bengkel Anda, hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan spesifik Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membaca nomor komponen bearing?

Nomor komponen bearing standar ISO dibaca dalam tiga bagian: awalan opsional untuk desain khusus, nomor dasar yang mengidentifikasi tipe bearing dan ukuran lubang, dan akhiran opsional yang merinci seal, pelindung, dan kelonggaran internal.

Bagaimana cara menghitung ukuran lubang bearing dari nomor komponen?

Untuk bearing standar dengan kode lubang 04 atau lebih tinggi, kalikan dua digit terakhir nomor dasar dengan 5 mm. Misalnya, kode yang berakhiran 04 berarti lubang 20 mm. Kode 00 hingga 03 adalah pengecualian tetap yang masing-masing berukuran 10 mm, 12 mm, 15 mm, dan 17 mm.

Apa arti akhiran bearing 2RS dan ZZ?

Akhiran 2RS menunjukkan bearing memiliki dua seal kontak karet untuk perlindungan kontaminasi tinggi, sementara ZZ berarti bearing memiliki dua pelindung logam non-kontak yang menghasilkan lebih sedikit gesekan.

Apa arti C3 pada kode bearing?

Akhiran C3 menunjukkan bahwa bearing memiliki kelonggaran radial internal yang lebih besar dari normal. Ruang ekstra ini mengakomodasi ekspansi termal saat bearing beroperasi pada kecepatan atau suhu tinggi.

Referensi

  1. Menguraikan Nomor dan Kode Komponen Bearing - borecode. https://borecode.com/blogs/bearing-tech/deciphering-bearing-part-numbers-and-codes (2020-01-05)
  2. Sistem penunjukan dasar bearing | SKF. https://www.skf.com/us/products/rolling-bearings/principles-of-rolling-bearing-selection/general-bearing-knowledge/bearing-basics/basic-bearing-designation-system
  3. [PDF] 1. Sistem Dimensi ISO dan nomor bearing. https://bearing.co.il/wp-content/uploads/2024/11/nsk_cat_e728g_1.pdf (2025-04-24)
  4. [PDF] Laporan Teknis - NSK Ltd.. https://www.nsk.com/content/dam/nsk/common/catalogs/ctrgPdf/bearings/e728.pdf (2025-01-27)
  5. [PDF] Panduan Referensi Cepat Sistem Penomoran - NTN Americas. https://ntnamericas.com/wp-content/uploads/2025/12/UPDATED-NTN-Catalog-Gen-NomenclatureQRG-A-22NTNQREF.pdf (2026-01-05)
  6. Sistem nomor komponen bearing SNR (nomenklatur) - AHR International. https://www.ahrinternational.com/SNR_nomenclature.shtml (2025-10-13)
  7. Nomor bearing | Pengetahuan Dasar Bearing - ジェイテクト. https://koyo.jtekt.co.jp/en/support/bearing-knowledge/6-3000.html (2026-07-04)
  8. Memahami Standar ANSI, ISO, dan ASTM untuk Bearing - NBC. https://www.nbcbearings.com/understanding-ansi-iso-and-astm-standards-for-bearings/ (2024-05-17)
  9. Cara Menghitung Ukuran Bearing yang Tepat untuk Aplikasi Anda. https://fytzbearing.com/how-to-calculate-the-correct-bearing-size-for-your-application/ (2024-04-01)
  10. Sistem penamaan. https://www.skf.com/id/products/rolling-bearings/ball-bearings/deep-groove-ball-bearings/designation-system
  11. Perbandingan Bearing ZZ vs 2rs, Arti .... https://www.nsarbearings.com/2rs-bearings-vs-zz-bearings-which-is-better-for-your-application/ (2026-06-23)
  12. Cara Membaca Kode Bearing ISO: Panduan Lengkap. https://www.primajayabearing.com/artikel-cara-membaca-kode-bearing.html